SKRIPSI
Uji Aktivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Kapuk Randu (Ceiba pentandea (L.) Gartn) Terhadap Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Pepton
Demam merupakan gejala dari suatu penyakit yang sering dialami oleh masyarakat. Penggunaan obat tradisional sudah terbukti secara empiris mengobati berbagai penyakit, terutama dalam menurunkan suhu tubuh. Salah satu tumbuhan yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan suhu tubuh adalah daun kapuk randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn).Tujuan dari penelitian ini adalah tujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh daun kapuk randu yang diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode refluks terhadap penurunan suhu tubuh yang diujikan terhadap tikus putih jantan yang diinduksi pepton 5%. Tikus dibagi dalam 6 kelompok perlakuan, masing- masing kelompok terdiri dari 4 ekor tikus. Setiap tikus diinduksi menggunakan pepton 5% sebanyak 1% dari berat badan tikus kecuali pada kelompok normal. Kelompok pertama adalah kelompok normal yang hanya diberi aquadest, Kelompok ke-2 diberi Na CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok ke 3 diberi tablet parasetamol yang disuspensikan dengan Na CMC 1% sebagai kontrol positif, kelompok ke-4, ke-5, dan ke-6 diberikan ekstrak etanaol daun kapuk randu dengan dosis189 mg/KgBB, 378 mg/KgBB dan 756 mg/KgBB. Pengukuran suhu dilakukan selama 3 jam dengan interval waktu 30 menit. Data hasil pengukuran suhu dianalisis secara statistik menggunakan analisi ANOVA (Analisys Of Variance) dengan metode analisi repeated measures ANOVA dan one way Anova. Hasil penelitian diperoleh bahwa infusa daun kapuk randu dapat menurunkan suhu demam. Dosis 378 mg/KgBB dan dosis 756 mg/KgBB memiliki aktivitas antipiretik, karena berbeda siginifikan dengan kelompok kontrol negatif dan dosis 756 mg/KgBB menunjukkan aktivitas antipiretik yang efektif karena tidak berbeda signifikan dengan kelompok kontrol positif.
Tidak tersedia versi lain