SKRIPSI
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI PATI SAGU (Metroxylon sagu Rottb.) DARI KEPULAUAN MERANTI DENGAN MODIFIKASI KIMIA SECARA ASETILASI
Pati merupakan eksipien alami yang banyak digunakan dalam formulasi sediaan farmasi padat seperti tablet. Sagu (Metroxylon sagu Rottb.), yang melimpah di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, memiliki potensi besar sebagai sumber pati. Namun, dalam bentuk alaminya, pati sagu memiliki keterbatasan seperti kelarutan rendah, daya kembang yang rendah, dan kestabilan fisik yang kurang. Tujuan penelitian ini untuk untuk membuat dan menghasilkan pati sagu dengan metode modifikasi kimia secara asetilasi dan mengkarakterisasi sifat fisiknya. Modifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan pati sagu dengan larutan asam asetat 2% pada pH 8?8,4 dan suhu 30?C, 40?C, serta 50?C selama satu jam, dengan penambahan NaOH 1N sebagai katalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi asetilasi mampu meningkatkan kelarutan, daya mengembang, dan stabilitas terhadap freeze-thaw. Derajat substitusi (DS) yang diperoleh berkisar antara 0,47 hingga 0,50. Selain itu, uji sudut istirahat dan laju alir menunjukkan bahwa semua sampel memiliki aliran serbuk yang baik. Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa modifikasi asetilasi berpengaruh signifikan terhadap swelling power dan kelarutan (p < 0,001), tetapi tidak terhadap kadar air, pH, dan nilai DS (p > 0,05). Kesimpulannya, modifikasi kimia melalui asetilasi efektif meningkatkan karakteristik fungsionalnya. Hal ini membuka peluang pemanfaatan lokal sagu sebagai bahan tambahan obat yang lebih stabil dan fungsional.
Tidak tersedia versi lain