SKRIPSI
Uji Ketersediaan Hayati Dispersi Padat Asam Fenofibrat dengan Polietilen Glikol (PEG) 6000 pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus)
Asam fenofibrat merupakan obat golongan fibrat yang termasuk dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II, yaitu memiliki permeabilitas tinggi tetapi kelarutan rendah sehingga ketersediaan hayatinya terbatas. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan sifat farmakokinetiknya adalah melalui pembentukan dispersi padat menggunakan polimer hidrofilik seperti polietilen glikol (PEG) 6000. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi ketersediaan hayati asam fenofibrat dalam bentuk murni dibandingkan dengan dispersi padat asam fenofibrat?PEG 6000 pada kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus). Analisis konsentrasi obat dalam plasma dilakukan dengan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan kolom C18 dengan fase gerak asetonitril : dapar fosfat pH 2,8 (25:75), laju alir 1 mL/menit, dan detektor UV 295 nm. Parameter farmakokinetik ditentukan menggunakan perangkat lunak PK Solver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Tmaks asam fenofibrat murni dan dispersi padat sama (8 jam), tetapi nilai Cmaks dispersi padat lebih tinggi (720,689 ?g/mL) dibandingkan bentuk murni (679,689 ?g/mL). Sebaliknya, nilai AUC pada asam fenofibrat murni lebih besar (6613,663 ?g?jam/mL) dibandingkan dispersi padat (4271,481 ?g?jam/mL), sedangkan t? asam fenofibrat murni (39,629 jam) lebih panjang daripada dispersi padat (15,634 jam). Kesimpulan dari penelitian ini adalah formulasi dispersi padat asam fenofibrat dengan PEG 6000 mampu meningkatkan konsentrasi puncak dalam plasma, namun tidak secara signifikan meningkatkan ketersediaan hayati total dibandingkan bentuk murninya. Perbedaan hasil ini dapat dipengaruhi oleh rasio polimer, metode formulasi, serta kondisi fisiologis hewan uji.
Tidak tersedia versi lain