TESIS
Pengaruh Pemberian Konseling Terhadap Ketepatan Penggunaan Alat Inhalasi Dan Outcome Terapi Pasien Rawat Jalan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Salah satu metode pengobatan asma yang paling efektif adalah penggunaan inhaler. Penggunaan inhaler yang benar diharapkan dapat mencegah serta mengurangi serangan asma. Namun, ketepatan penggunaan alat inhalasi pada pasien sering kali masih kurang optimal. penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konseling apoteker terhadap ketepatan teknik inhalasi dan outcome klinis (skor ACT, nilai SpO2, nilai HR dan nilai PI) Pada pasien asma rawat jalan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Penelitian ini merupakan quasi-eksperimental (eksperimen semu) dengan rancangan one group pretest-posttest design, melibatkan satu kelompok pasien yang dipilih secara purposive. Total sampel terdiri dari 113 pasien asma rawat jalan yang menggunakan terapi inhaler, yaitu 48 pasien pengguna inhaler MDI, 26 pasien pengguna diskus, dan 39 pasien pengguna turbuhaler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (53,98%), berusia antara 46?55 tahun (28,32%), dan memiliki pendidikan menengah (SMA/SMK) sebesar 48,67%. Sebagian besar pasien menggunakan alat inhalasi jenis MDI (42,48%) dan telah menggunakan alat inhalasi selama 1?4 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan dalam ketepatan penggunaan alat inhalasi setelah dilakukan konseling, berdasarkan uji paired t-test (p < 0,05). Namun berbeda hal dengan peningkatan teknik inhalasi yang tidak berhubungan signifikan dengan outcome terapi seperti skor kontrol asma, SpO,, heart rate, dan perfusion index dimana berdasarkan uji statistik Chi- squer (p>0,05), yang menunjukkan bahwa kontrol asma dipengaruhi banyak faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya konseling sebagai intervensi sederhana namun efektif, meskipun keberhasilan terapi tetap memerlukan pendekatan komprehensif mencakup edukasi, kepatuhan obat, penghindaran pencetus, dan pemantauan rutin.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling oleh apoteker berperan penting dalam meningkatkan ketepatan penggunaan inhaler dan outcome terapi pasien asma.
Tidak tersedia versi lain