LAPORAN TUGAS AKHIR (LTA)
Gambaran Penggunaan Obat Pada Pasien Dispepsia Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau
Dispepsia adalah serangkaian gangguan di gastrointestinal seperti rasa yang mengganggu setelah makan, cepat kenyang, kembung, rasa tidak nyaman atau nyeri dan rasa terbakar di epigastrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien dispepsia di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau pada tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data melalui rekam medis pasien menggunakan lembar pengumpulan data. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 90% sehingga diperoleh sebanyak 73 responden. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden serta jenis obat yang digunakan dalam terapi dispepsia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan obat yang paling banyak diresepkan adalah Proton Pump Inhibitor (PPI) yaitu sebesar 84,93%, dengan omeprazole sebagai obat yang paling dominan digunakan sebesar 45,22%, diikuti lansoprazole sebesar 36,99%. Penggunaan obat sitoprotektif seperti sukralfat sebesar 8,21% dan golongan reseptor H2 seperti ranitidin sebesar 6,86% tercatat dalam jumlah yang lebih kecil. Temuan ini sejalan dengan pedoman terapi yang merekomendasikan PPI sebagai terapi lini pertama dalam tata laksana dispepsia karena efektivitas dan kemampuan penghambatannya terhadap produksi asam lambung yang lebih kuat dibandingkan terapi lainnya.
Tidak tersedia versi lain