SKRIPSI
Kajian Senyawa Artocarpin, Cycloartocarpin, Artocarpanone, dan Cyanomaclurin sebagai Kandidat Obat Antimalaria melalui Studi in Silico
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ke-4 senyawa utama tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) sebagai inhibitor parasit Plasmodium falciparum. Pada penelitian ini dilakukan molecular docking dengan protein target enzim Plasmodium falciparum dihidrofolat reduktase-timidilat sintase (PfDHFR-TS) dengan kode 1J3I menggunakan program Molecular Operating Environment (MOE), studi Density Functional Theory (DFT) dan Molecular Electrostatic Potential (MEP) menggunakan software Gaussian view, Drug-likeness dan ADMET study menggunakan website SwissADME, ADMETlab 3.0, dan ProTox 3.0. Berdasarkan hasil docking menunjukkan senyawa artocarpin dan cycloartocarpin diprediksi paling berpotensi aktif sebagai inhibitor enzim PfDHFR-TS dibandingkan senyawa lainnya dengan nilai energi bebas ikatan -9,506 kcal/mol dan -9,407 kcal/mol dan memiliki beberapa kesamaan residu asam amino yang sama dengan kontrol positif (chloroquine). Hasil dari DFT dan MEP menunjukkan senyawa artocarpin dan senyawa cycloartocarpin memiliki energi gap 0,127 dan 0,110 dan daerah elektrostatik terletak pada atom oksigen yang berdekatan dengan gugus hidroksi. Hasil Drug-likeness dan ADMET menunjukkan ke-4 senyawa utama tanaman nangka dapat diberikan secara oral, dapat didistribusi dan dimetabolisme cukup baik, memiliki waktu paruh yang cukup panjang namun memiliki klirens yang rendah dan bersifat hepatotoksik, toksik akut oral pada tikus serta karsinogenik.
Tidak tersedia versi lain